Luwu Timur — Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (Parmudora) Kabupaten Luwu Timur menggelar Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka penyusunan Rencana Induk Geopark (RIG) Matano sebagai dokumen wajib dalam proses pengusulan Geopark Matano menuju Geopark Nasional. Kegiatan ini berlangsung di Aula Wisma Golden House Malili, Kamis, 20 November 2025.

FGD menghadirkan tiga narasumber utama, yakni Ketua Tim percepatan Andi Tabacina Akhmad, GM Geopark Maros–Pangkep Deddy Irfan Bachri, dan akademisi Universitas Hasanuddin Dr. Yadi Mulyadi.

Ketua Tim Percepatan Geopark Matano, Andi Tabacina Akhmad, menyampaikan bahwa penyusunan RIG merupakan langkah strategis dalam memperkuat kelengkapan dokumen pengusulan. “Rencana induk tidak hanya menjadi persyaratan administrasi, tetapi juga menjadi dasar pengelolaan geodiversity, biodiversity, dan cultural diversity secara terintegrasi dan berkelanjutan,” ujarnya.

GM Geopark Maros–Pangkep, Deddy Irfan Bachri, menegaskan bahwa penetapan kawasan sebagai UNESCO Global Geopark akan memberikan dampak besar dari sisi konservasi. Menurutnya, status tersebut menjadikan kawasan tidak hanya sebagai warisan lokal, melainkan warisan dunia yang mendapat perhatian internasional ketika terjadi isu lingkungan. Ia juga menekankan bahwa geopark berperan penting dalam edukasi melalui penggalian potensi geologi, hayati, dan budaya dengan pendekatan pembangunan berkelanjutan.

Dalam sesi pemaparan lainnya, Dr. Yadi Mulyadi menjelaskan bahwa sejumlah situs sejarah di Kecamatan Wotu berpotensi dikembangkan sebagai bagian dari Geopark Matano. “Wotu memiliki banyak peninggalan sejarah yang dapat menjadi kawasan wisata, baik tangible seperti makam, maupun intangible seperti ritual budaya,” jelasnya.

Ketua Tim Percepatan turut menyampaikan harapannya agar seluruh data geologi dan sejarah nantinya terintegrasi dalam satu pusat informasi. “Kita berharap seluruh data yang dikumpulkan dapat bermuara pada satu tempat seperti Pusat Informasi Geologi (PIG),” ujarnya.

FGD ini dihadiri oleh Plt. Kepala Dinas Parmudora Luwu Timur, Muhammad Safaat DP., Kepala Dinas PMD Drs. Rapiuddin Tahir, perwakilan PT Vale Indonesia Tbk, OPD terkait, Camat, Pengelola Malili Biodiversity Center (MBC), Ketua IKA Geologi Luwu Timur, serta praktisi cultural diversity.